VAS, UX dan Masa Depan Industri kreatif Indonesia

Market Review

Indonesia, dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa telah menjadi salah satu pasar industry telekomunikasi terbesar sekaligus paling ketat di dunia. Berdasarkan prediksi sektoral yang dilakukan oleh Danareksa Research Institute  di sepanjang tahun 2010, menyebutkan  industri telko ini akan bertumbuh hingga 36,2% atau akan mencapai 244,2 juta pelanggan seluler. Angka ini meningkat dari tahun 2009 yang sebesar 179,3 juta pelanggan. Sedangkan pengguna telepon fixed line akan mengalami peningkatan hingga 23,4% atau sebesar 31,3 juta pelanggan (1). Ketatnya persaingan industry telekomunikasi Indonesia bisa dilihat dari jumlah operator yang ada, baik itu operator jaringan GSM dan CDMA dengan total 11 pemain, sebagai contoh, di Australia, jumlah operator ada 4, Malaysia 3 dan korea selatan 5 (2). Memang,  di sisi lain besarnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia mejadikan Industri dengan  nilai yang besar, namun 11 operator tentunya akan menjadikan kompetisi bisnis mengarah pada perang harga, seperti yang sempat terjadi di tahun 2007.

Hingga bulan Juni 2010 jumlah pengguna seluler di Indonesia telah mencapai 180 juta pelanggan, atau mencapai sekitar 80 persen dari populasi penduduk. Dari 180 juta pelanggan seluler itu, sebanyak 95 persen adalah pelanggan prabayar(3). Dan di hingga saat ini, layanan sms dan suara masih menjadi primadona penyumbang terbesar pendapatan operator seluler.Kedepanya, dengan seiring perkembangan teknologi hand set yang lebih pintar dan murah, layanan sms dan suara akan tersaingi oleh data. Besarnya potensi dari layanan data ini, bisa kita lihat pada laporan yang di keluarkan oleh Head of Corporate Communication XL Axiata, Febriati Nadira dalam keterangannya, Minggu (26/12/2010).(4)

Trafik layanan data XL Axiata melonjak sekira 11 persen  selama hari h perayaan natal 2010. pada hari normal trafik data XL mencapai sekira 17 terabyte, sedangkan pada tanggal 25 Desember 2010 melonjak menjadi 18,9 terabyte ( 4 ) “Jaringan XL aman dan sukses layani pelanggan di hari Natal 2010, pada hari biasa trafik percakapan mencapai 600 juta menit, trafik SMS 650 juta SMS dan trafik data mencapai 17 terabytes,” kata perempuan yang biasa disapa Ira tersebut.(4)

Meningkatnya potensi layanan data sebagai pasar masa depan Industri adalah sebagai dampak langsung dari perubahan karakter  dan gaya hidup pengguna layanan seluler dari sekedar untuk sms dan telpon, juga untuk berselancar di dunia maya, seperti melakukan twit di twitter, update status di facebook, memburu status Pertamax di kaskus atau  cuma sekedar membaca berita via mobile internet. XL, sebagai salah satu pemain utama industri telekomunikasi seluler Indonesia tentunya sudah menyadari besarnya potensi layanan data ini, yang menjadi pertanyaan adalah “ Bagaimana meraih dan mengoptimalkan pasar layanan data, sehingga XL tidak hanya sebagai operator penyedia layanan data, akan tetapi juga mampu menciptakan produk produk VAS ( Value Added Service) yang memiliki UX ( User Experience) yang unik dan beda sekaligus solutif bagi pelanggan setia XL ? “

VAS & UX

Value Added Service ( VAS ) pada industri operator seluler adalah sebuah layanan yang  memiliki karakteristik berbeda dengan  layanan inti dari operator seluler, seperti layanan sms , telepon, dan data. VAS bisa berupa sebuah sms premium yang di beberapa tahun terakhir sempat menjadi primadona content developer mitra operator, layanan nada tunggu RBT atau layanan data untuk pengguna Blackberry.

Namun semua produk produk VAS memiliki karakteristik yang sama, yaitu(5) :

1.      Bukan bentuk layanan dasar tetapi lebih menambah nilai penawaran total layanan

2.      Berdiri sendiri dalam hal profitabilitas dan / atau tambahan untuk mendorong permintaan layanan inti

3.      Kadang-kadang bisa berdiri sendiri secara operasional

4.      Tidak memakan pelayanan dasar kecuali jelas menguntungkan

5.      Dapat add-on untuk pelayanan dasar, dan karena itu, dapat dijual dengan harga premium

  1. Dapat memberikan operasional dan / atau administratif sinergi antara atau antara layanan lain – bukan hanya untuk diversifikasi

Dan paling tidak ada empat area area yang berpotensi untuk di kembangkan layanan VAS nya adalah :

  • ·         Bisnis & Korporasi
  • ·         Pendidikan
  • ·         Kesehatan
  • ·         Games

Pada ke empat area ini, XL berpotensi selain sebagai solution provider, juga sebagai mitra berkembangnya industri kreatif Indonesia. Lalu, apa hubungan nya antara produk VAS dari XL dengan perkembangan industri kreatif Indonesia?. Perlu kita sadari di sini, mengembangkan produk VAS membutuhkan sebuah kreatifitas tingkat tinggi, bukan sekedar kreatifitas dari sisi desain dan tampilan dari produk VAS, akan tetapi nilai – nilai dan User Experience akan dapatkan dari produk VAS tersebut. Dan dari hasil penulusuran saya tentang industri kreatif Indonesia, terutama industry kreatif digital , berpotensi menjadi menjadi mitra operator telekomunikasi seluler Indonesia dalam meraih potensi layanan data yang hingga saat ini bisa dikatakan belum tergarap secara optimal.

User Experience ( UX )

User Experience ( UX ) adalah tentang  bagaimana seorang user bisa mendapatkan mamfaat rasa dan nilai dari produk yang ia gunakan. Ada banyak diagram yang menggambarkan struktur dari tentang UX,, namun pada intinya sama yaitu :

Gambar 1. Diagram User Experience ( UX )

Pada pengembangan produk VAS dengan UX yang tepat entah itu berupa aplikasi games,bisnis, pendidikan, di butuhkan sebuah kerjasama antara operator telekomunikasi, dalam hal ini XL dengan sistem / produk developer dalam hal ini pelaku industry kreatif digital Indonesia. Jika mengacu pada diagram diatas maka pembagian area kerjanya sebagai berikut :

Pihak Operator

  • Information architecture
  • Human Factor Engineering
  • Usability Factor

Pihak Industri Kreatif

  • Interaction Design
  • User interface design
  • Human computer Interaction

Dengan kerjasama yang erat antara operator seluler dengan industry kreatif Indonesia tidak hanya akan menggairahkan dan mengembangkan industri kreatif Indonesia ke tahap yang lebih lanjut juga berpotensi melahirkan produk – produk VAS yang revolusioner,kreatif dan menjadi role model bagi pengembangan VAS bagi operator – operator seluler lainya, hal ini karena pelaku industri kreatif Indonesia sudah cukup lama terkenal di dunia internasional kualitas kerjanya, entah itu di industri animasi, games atau applikasi telepon seluler.

Kedepan, Di dunia yang semakin kompetitif ini, perang tariff bukanlah sebuah solusi, sekedar menjadi provider layanan data pun juga bukan sebuah langkah cerdik. Karena masa depan industri seluler ada di dunia applikasi atau VAS dan aplikasi atau VAS yang terbaik, selalu memberikan UX yang tidak sekedar berbeda, akan tetapi memberikan nilai tambah, solusi dan menjadi bagian dari keseharian penggunanya, seperti Twitter, Facebook dan kaskus.

(1)   Danareksa Research Institute- Prediksi perkembangan industry telekomunikasi Indonesia

(2)   Okezone.com “Jumlah Operator di Indonesia ‘Kegemukan’

(3)   Website XL

(4)   Okezone.com “Natal, Trafik Data XL Melonjak 11%”

(5)   <span>www.MobileIN.com</span><span> </span>

(6)   <span>Wikipedia “User Experience”</span><span> </span>

(7)   <span>http://www.montparnas.com/articles/what-is-user-experience-design/</span>

About these ads

About sponsoroftomorrow

A Software Engineer And Cogito Ergo Sum
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s